Yayasan BASIS
Jl. Pringgokusuman 35 - Yogyakarta - 55272
Berlangganan, iklan, informasi:
081225225423  (Telepon, WhatsApp)
majalahbasis@gmail.com
  • Black Facebook Icon
  • Black Instagram Icon
  • Tokopedia
  • email

INDEKS 2018

A. Bagus Laksana, “Bayang-bayang Indonesia Bubar”, No. 05-06, Tahun ke-67, 2018

A. Bagus Laksana, “Mencintai Boneka Mayu”, No. 01-02, Tahun ke-67, 2018

A. Bagus Laksana, “Pendekatan Dekonstruksi: Menggugat Konsep “Agama Dunia””, No. 01-02, Tahun ke-67, 2018

A. Bagus Laksana, “Tawa Itu Tak Sederhana: Resistensi dan Hibriditas dalam Komedi”, No. 03-04, Tahun ke-67, 2018

A. Irawan Dwiatmaja, “Metode Kritis Rasional dalam Pendidikan sebagai Jalan Kemajuan”, No. 01-02, Tahun ke-67, 2018

A. Setyo Wibowo, “Ikonoklasme atau Idoloklasme?”, No. 01-02, Tahun ke-67, 2018

A. Setyo Wibowo, “Kronologi Jalan Hidup Heidegger”, No. 07-08, Tahun ke-67, 2018

A. Sudiarja, “Anak Zaman”, No. 03-04, Tahun ke-67, 2018

A. Sudiarja, “Yang Mulia Dalai Lama: Pendidikan yang Membahagiakan”, No. 11-12, Tahun ke-67, 2018

A. Sumarwan, “Memahami Framing Gerakan Sosial”, No. 01-02, Tahun ke-67, 2018

Abdul Malik, “Masegit, Madura, dan Melumernya Ingatan”, No. 05-06, Tahun ke-67, 2018

Agus Wedi, “Batu Itu Tanda”, No. 11-12, Tahun ke-67, 2018

Aji Wicaksono, “Guru, Gaji, Buku”, No. 01-02, Tahun ke-67, 2018

Alnick Nathan, “Di Balik Kemudi: Relasi Kerja Informal Sopir Bus Metro Mini dan Kopaja”, No. 11-12, Tahun ke-67, 2018

Arif Fitra Kurniawan, “Menunda Kutukan Kota”, No. 05-06, Tahun ke-67, 2018

Arya, “Hutan dan Kematian”, No. 07-08, Tahun ke-67, 2018

B. Hari Juliawan, “Konflik Politik Baru”, No. 05-06, Tahun ke-67, 2018

B. Hari Juliawan, “Sekali Berarti, Sudah Itu Mati”, No. 11-12, Tahun ke-67, 2018

B. Hari Juliawan, “Transnasional dari Bawah”, No. 07-08, Tahun ke-67, 2018

Bandung Mawardi, “Di Jalan Bahasa dan Kitab Terlupa”, No. 11-12, Tahun ke-67, 2018

Bandung Mawardi, “Di Jalan Bahasa: Kemajuan dan Kekacauan”, No. 07-08, Tahun ke-67, 2018

Bandung Mawardi, “Kota Itu Kata”, No. 05-06, Tahun ke-67, 2018

Bandung Mawardi, “Sawah: Petuah dan Pemandangan Indah”, No. 09-10, Tahun ke-67, 2018

Bandung Mawardi, “Tertawa di Terang Bulan, Tertawa di Minggu Pagi”, No. 03-04, Tahun ke-67, 2018

Bandung Mawardi, Poerwadarminta: :Bersurjan” Kamus, “Bersandal” Bahasa”, No. 01-02, Tahun ke-67, 2018

Beni Setia, “Kisah Eliminasi Sebuah Desa”, No. 05-06, Tahun ke-67, 2018

Bunga Hening Maulidina, “Kata Benda Abstrak”, No. 09-10, Tahun ke-67, 2018

C. Bayu Risanto, “Asimilasi Data, Teorema Bayesian”, No. 11-12, Tahun ke-67, 2018

Christianto Dedy Setyawan, “Buku Pelajaran Sejarah”, No. 07-08, Tahun ke-67, 2018

Desiana Rizka Fimmastuti, “Kehidupan Sosial di Kampung Vertikal”, No. 05-06, Tahun ke-67, 2018

Dian Vita Ellyati, “Jurnal Tengil untuk Kerucil”, No. 07-08, Tahun ke-67, 2018

Dian Vita Ellyati, “Kakawin Mesin Waktu” Sastra Kuno untuk Anak”, No. 03-04, Tahun ke-67, 2018

Dian Vita Ellyati, “Membaca: Minat atau Kemampuan”, No. 01-02, Tahun ke-67, 2018

Dian Vita Ellyati, “Ujung Pelangi di Pangkuan Ibu”, No. 09-10, Tahun ke-67, 2018

Duwi Retnaningsih, “Debu”, No. 07-08, Tahun ke-67, 2018

Dwi Supriyadi, “Penuang Kata dan Minuman”, No. 01-02, Tahun ke 67, 2018

F. Budi Hardiman, “Heidegger di Zaman Telepon Genggam”, No. 07-08, Tahun ke-67, 2018

Fandy Hutari, “S. Bagio:Seniman Pengocok Perut”, No. 03-04, Tahun ke-67, 2018

Fauzi Sukri, “Novelisasi Wage Rudolf Supratman”, No. 11-12, Tahun ke-67, 2018

Fauzi Sukri, “Raja Ali Haji: Moralitas Bahasa, Bayangan Kolonialisme, Tuang Identitas”, No. 05-06, Tahun ke-67, 2018

Fitriasari, “Pintu dan Jendela”, No. 03-04, Tahun ke-67, 2018

Fitzerald Kennedy Sitorus, “Mesianisme sebagai Struktur Pengalaman dan Sejarah”, No. 09-10, Tahun ke-67, 2018

Geger Riyanto, “Lelucon Berbahaya Joko Pinurbo”, No. 03-04, Tahun ke-67, 2018

Hanputro Widyono, “Gondrong di Indonesia”, No. 09-10, Tahun ke-67, 2018

Hardian Wahyu, “Pekerja Konstruksi Informasi, Tumbal Perubahan Wajah Kota”, No. 11-12, Tahun ke-67, 2018

Heri C. Santoso, “Media Era Post-Truth”, No. 03-04, Tahun ke-67, 2018

Heru Prakosa, “Ancaman Politik Sektarian”, No. 07-08, Tahun ke-67, 2018

Heru Prakosa, “Orientalisme”, No. 05-06, Tahun ke-67, 2018

Heru Prakosa, “Penghuni Hutan dan Ancaman Gincu”, No. 09-10, Tahun ke-67, 2018

Heru Prakosa, “Perenialisme”, No. 09-10, Tahun ke-67, 2018

Imaniar Yordan Christy, “15 menit”, No. 05-06, Tahun ke-67, 2018

Indah Darmastuti, “Portal”, No. 01-02, Tahun ke-67, 2018

Indrasari Tjandraningsih & Hari Nugroho, “Buruh Indonesia Melawan Kerja Kontrak dan Outsourcing”, No. 01-02, Tahun ke-67, 2018

Irfan Sholeh Fauzi, “Rerimbun Puisi”, No. 05-06, Tahun ke-67, 2018

Karisma Fahmi, “Membaca”, No. 03-04, Tahun ke-67, 2018

Kaum Sinau, “Sabtu “Sibuk” Bermasa Lalu” No. 07-08, Tahun ke-67, 2018

Laila sari, “Lapar di Paris, Dilema Kota Montok”, No. 01-02, Tahun ke-67, 2018

M. Taufik Kustiawan, ““Sastra Pesantren” dan Keindonesiaan”, No. 11-12, Tahun ke-67, 2018

Matimmatun Nadhifah, “Kaum Perempuan Mengembalikan Surat Kabar”, No. 09-10, Tahun ke-67, 2018

Michael R. Pabubung, “Heidegger: Manusia Ada Menuju Kematian”, No. 07-08, Tahun ke-67, 2018

Muhammad Aprianto, “Novel dan Sejarah Solo”, No. 05-06, Tahun ke-67, 2018

Muhammad Khambali, “Cap”, No. 01-02, Tahun ke-67, 2018

Muhammad yunan Setiawan, “Risalah Yap di Kursi Pesakitan”, No. 01-02, Tahun ke-67, 2018

Muhtar Habibi, “Buruh Tani: Selubung Mitos Agraria”, No. 11-12, Tahun ke-67, 2018

Na’immatur Rofiqoh, “Gorys Keraf: Menjiwa dan Meraga di Bahasa Indonesia”, No. 03-04, Tahun ke-67, 2018

Na’immatur Rofiqoh, “Seliweran di Luar Kamus Itu”, No. 11-12, Tahun ke-67, 2018

Nuraini, “Jajan(an)”, No. 01-02, Tahun ke-67, 2018

Puitri Hati Ningsih, “Kampung Berubah dan Cerita Bubrah”, No. 05-06, Tahun ke-67, 2018

Putri Tri Windarti, “Ketuk”, No. 05-06, Tahun ke-67, 2018

Rahmat Petuguran, “Mengobati “Endemi” Kekacauan Bahasa”, No. 11-12, Tahun ke-67, 2018

Ratna Sari, “Pemilik Meja dan Kursi”, No. 03-04, Tahun ke-67, 2018

Retor AW Kaligis, “Kolonialisme, Pergundikan, dan Alat Pergerakan”, No. 09-10, Tahun ke-67, 2018

Setyaningsih, “Bocah, Tertawalah!”, No. 03-04, Tahun ke-67, 2018

Setyaningsih, “Galilah dan Daminah: Hikayat Kemanusiaan dalam (Ke)binatang(an)”, No. 09-10, Tahun ke-67, 2018

Sindhunata, “Agama Seharusnya Tertawa”, No. 03-04, Tahun ke-67, 2018

Sindhunata, “Amarah Politik Populisme”, No. 11-12, Tahun ke-67, 2018

Sindhunata, “Bermain Seni dalam Kerinduan Sukhawati”, No. 03-04, Tahun ke-67, 2018

Sindhunata, “Galeri yang Menyimpan Hati”, No. 09-10, Tahun ke-67, 2018

Sindhunata, “Kekayaan: Persoalan Moral?”, No. 09-10, Tahun ke-67, 2018

Sindhunata, “Kita Berteman Sudah Lama”, No. 01-02, Tahun ke-67, 2018

Suyanti, “Njempol”, No. 07-08, Tahun ke-67, 2018

Tri Winarno, “Anton M. Moeliono: Pemulia Bahasa Indonesia”, No. 09-10, Tahun ke-67, 2018

Tuginem, “Air”, No. 09-10, Tahun ke-67, 2018

Udji Kayang Aditya Supriyanto, “Menjelang Humor Sekarang”, No. 03-04, Tahun ke-67, 2018

Uun Nurcahyanti, “Di Pare, Sapu Bertemu Buku”, No. 01-02, Tahun ke-67, 2018

Wahyu Kris Aries Wirawardana, “Srawung di Halaman Sekolah”, No. 05-06, Tahun ke-67, 2018

Widyanuari Eko Putra, “Cerita, Kematian, dan Hal-hal yang Bersehadap”, No. 09-10, Tahun ke-67, 2018

Widyanuari Eko Putro, “Novel, Manusia, Kota”, No. 05-06, Tahun ke-67, 2018

Willy Satya Putranta, “Sindhunata: Sastra yang Merakyat”, No. 09-10, Tahun ke-67, 2018

Woro Winuhasih, “Walang”, No. 11-12, Tahun ke-67, 2018

Yulius Tandyanto, “Heidegger Menyandera Nietzsche?”, No. 07-08, Tahun ke-67, 2018

Yustinus Popo, “Hadir dan Utuh”, No. 09-10, Tahun ke-67, 2018