Yayasan BASIS
Jl. Pringgokusuman 35 - Yogyakarta - 55272
Berlangganan, iklan, informasi:
081225225423  (Telepon, WhatsApp)
majalahbasis@gmail.com
  • Black Facebook Icon
  • Black Instagram Icon
  • Tokopedia
  • email

Indeks Tahun 2015

A. Bagus Laksana, “Angkor Wat: Ambivalensi Identitas dan Kekuasaan”, No. 01-02, Tahun ke-64, 2015.

A. Bagus Laksana, “Ketika Warga Berhenti Menyusur Kota”, No. 07-08, Tahun ke-64, 2015.

A. Bagus Laksana, “Mimpi, Mitos, dan Pendidikan”, No. 11-12, Tahun ke-64, 2015.

A. Bagus Laksana, “Paulo Freire: Mendidik Hasrat”, No. 11-12, Tahun ke-64, 2015.

A. Gianto, “Orang ‘Tionghoa’? Sebuah Amatan Pemakaian Bahasa”, No. 11-12, Tahun ke-64, 2015.

A. Setyo Wibowo, “(Sofisme – Habis) Gorgias: Efektivitas Kata dan Relativisme Moral”, No. 09-10, Tahun ke-64, 2015.

A. Setyo Wibowo, “(Sofisme 2) Thrasymakhos: Keadilan Keuntungan Orang Kuat”, No. 01-02, Tahun ke-64, 2015.

A. Setyo Wibowo, “(Sofisme 4) Protagoras: Manusia adalah Ukuran”, No. 07-08, Tahun ke-64, 2015.

A. Setyo Wibowo, “Dialektika (1): Sokrates: Maieutike”, No. 11-12, Tahun ke-64, 2015.

A. Setyo Wibowo, “Hidup-Mati Demi Keadilan”, No. 05-06, Tahun ke-64, 2015.

A. Setyo Wibowo, “Kekuasaan untuk Melayani”, No. 01-02, Tahun ke-64, 2015.

A. Setyo Wibowo, “Ratu Adil: Kuasa Harapan”, No. 03-04, Tahun ke-64, 2015.

A. Setyo Wibowo, “Sofisme (3) Glaukon: Keadilan, Keuntungan Kaum Lemah”, No. 03-04, Tahun ke-64, 2015.

A. Sudiarja, “Kebangsaan Pasca-Indonesia”, No. 09-10, Tahun ke-64, 2015.

A. Sudiarja, “Narsisme, Kekerasan, dan Perkembangan Belarasa”, No. 03-04, Tahun ke-64, 2015.

A. Sudiarja, “Pendidikan versus Kebudayaan?”, No. 11-12, Tahun ke-64, 2015.

Agustinus Gianto, “Kata Ganti”, No. 05-06, Tahun ke-64, 2015.

Agustinus Gianto, “Kesamaan dan Perbedaan Makna”, No. 01-02, Tahun ke-64, 2015.

Agustinus Gianto, “Metafora”, Agustinus Gianto, No. 03-04, Tahun ke-64, 2015.

Agustinus Gianto, “Tentang Adverbia”, No. 09-10, Tahun ke-64, 2015.

Agustinus Gianto, “Tentang Dan, Atau, Tetapi”, No. 07-08, Tahun ke-64, 2015.

Al. Andang L. Binawan, “Membidik Keadilan Sosial”, No. 05-06, Tahun ke-64, 2015.

Alex Lanur, “Giambattista Vico: Pendidikan Humanistik”, No. 11-12, Tahun ke-64, 2015.

Alfathri Adlin, “Etika (dalam) Islam”, No. 03-04, Tahun ke-64, 2015.

Alfathri Adlin, “Konsep Keadilan dalam Islam”, No. 07-08, Tahun ke-64, 2015.

Anton Haryono, “Belajar Sejarah, Siapa Takut?”, No. 07-08, Tahun ke-64, 2015.

Antonius Sumarwan, “Credit Union: Gerakan Perubahan Diri dan Transformasi Sosial”, No. 07-08, Tahun ke-64, 2015.

Aris Setiawan, “Lekra (Bukan) PKI)”, No. 09-10, Tahun ke-64, 2015.

B. Hari Juliawan, "Kajian Budaya (2): Perlawanan), No. 03-04, Tahun ke-64, 2015.

B. Hari Juliawan, “Etnografi Baru”, No. 07-08, Tahun ke-64, 2015.

B. Hari Juliawan, “Genealogi Michel Foucault”, No. 11-12, Tahun ke-64, 2015.

B. Hari Juliawan, “Hasrat Bertanding”, No. 07-08, Tahun ke-64, 2015.

B. Hari Juliawan, “Kajian Budaya”, No. 01-02, Tahun ke-64, 2015.

B. Hari Juliawan, “Kejutan dari Mindanao”, No. 01-02, Tahun ke-64, 2015.

B. Hari Juliawan, “Ketika Sang Ibu Mulai Dilupakan”, No. 03-04, Tahun ke-64, 2015.

B. Hari Juliawan, “Mengapa Tak Ada Lamborghini di Rembang?”, No. 05-06, Tahun ke-64, 2015.

B. Hari Juliawan, “Teks, Kekuasaan, dan Konteks”, No. 09-10, Tahun ke-64, 2015.

B. S. Mardiatmaja, “Belajar dengan Ki Hadjar”, No. 01-02, Tahun ke-64, 2015.

Bambang Ismawan, “Memberdayakan Ekonomi Rakyat”, No. 03-04, Tahun ke-64, 2015.

Bambang Ismawan, “Pengembangan Ekonomi”, No. 01-02, Tahun ke-64, 2015.

Bandung Mawardi, “Selo Soemardjan: Membaca dan Menulis Indonesia”, No. 09-10, Tahun ke-64, 2015.

Beni Setia, “Setelah Tasbih”, No. 01-02, Tahun ke-64, 2015.

Budi Afandi, “Tentang Ular yang Melilit Kepalaku”, No. 09-10, Tahun ke-64, 2015.

Budiawan Dwi Santoso, “Jalan Panjang Menabur Benih Literasi”, No. 01-02, Tahun ke-64, 2015.

Enin Supriyanto, “Manusia, Gambar, dan Iman”, No. 09-10, Tahun ke-64, 2015.

F. Budi Hardiman, “Menggagas Keadilan untuk Masyarakat Kompleks”, No. 05-06, Tahun ke-64, 2015.

Franz Magnis-Suseno, “16 Tahun Sesudah Orba: Meniti Harapan Baru”, No. 01-02, Tahun ke-64, 2015.

H. Dwi Kristanto, “Thomas Aquinas: Keutamaan Berkehendak dan Bertindak”, No. 05-06, Tahun ke-64, 2015.

Haryatmoko, “Gilles Deleuze (1): Filsafat Hasrat Menolak Tabu”, No. 01-02, Tahun ke-64, 2015.

Haryatmoko, “Gilles Deleuze (2): Kritik Terhadap Psikoanalisis”, No. 03-04, Tahun ke-64, 2015.

Haryatmoko, “Gilles Deleuze (3): Tubuh-tanpa-Organ dan Mesin Hasrat”, No. 05-06, Tahun ke-64, 2015.

Hendra Kurniawan, “Sejarah Tionghoa sebagai Pendidikan Kebhinekaan”, No. 11-12, Tahun ke-64, 2015.

Hendy Kiawan, “Sudjojono: Rasa Indonesia dalam Cap Go Meh”, No. 03-04, Tahun ke-64, 2015.

Heru Prakosa, “Agama dan Kearifan Lokal: Menuju Keterbukaan dan Penghargaan”, No. 09-10, Tahun ke-64, 2015.

Heru Prakosa, “Kepercayaan: Antara Mekarnya dan Layunya”, No. 03-04, Tahun ke-64, 2015.

In Nugroho Budisantoso, “Pansophia Comenius dan pendidikan Rekonsiliasi Sosial”, No. 09-10, Tahun ke-64, 2015.

J. C. Tukiman, “(menjadi) Guru Kreatif”, No. 07-08, Tahun ke-64, 2015.

J. Sudarminta, “Alfred North Whitehead: Metafisika Pendidikan”, No. 11-12, Tahun ke-64, 2015.

Johanes Eka Priyatma, “Mendidik Homo Connecticus”, No. 11-12, Tahun ke-64, 2015.

Karlina Supelli, “Martha Naussbaum: Merawat Imajinasi dan Pendidikan Keadilan”, No. 05-06, Tahun ke-64, 2015.

Kinanthi Anggraini, “Karang Rindu”, No. 07-08, Tahun ke-64, 2015.

Lasinta Ari Nendra Wibawa, “Kali Lain”, No. 07-08, Tahun ke-64, 2015.

M. Iqbal Dawami, “Filosofi Sepak Bola a la Gus Dur”, No. 09-10, Tahun ke-64, 2015.

Meitty Josephin Balontia, “Martin Heidegger: Hukuman Mati dan Keadilan”, No. 05-06, Tahun ke-64, 2015.

Petrikyoga, “Burung Prenjak”, No. 01-02, Tahun ke-64, 2015.

R. Giryadi, “Kali Mas, Kali Jagir (Mikir Mas, Aja Kenthir …)”, No. 07-08, Tahun ke-64, 2015.

Raedu Basha, “Neraca Tanah Pemabuk”, No. 09-10, Tahun ke-64, 2015.

S. P. Lili Tjahjadi, “Rousseau: Marilah Kembali ke Alam!”, No. 11-12, Tahun ke-64, 2015.

Semuel S. Lusi, “Kurikulum Belajar pemimpin”, No. 07-08, Tahun ke-64, 2015.

Sindhunata, “Bahaya Angka dalam Pendidikan”, No. 07-08, Tahun ke-64, 2015.

Sindhunata, “Dari Anjing Kenes sampai Dewa Mabuk Cinta”, No. 01-02, Tahun ke-64, 2015.

Sindhunata, “Joyo Semoyo Melunasi Janji”, No. 03-04, Tahun ke-64, 2015.

Sindhunata, “Melawan dengan Tanah dan Laudato Si’”, No. 09-10, Tahun ke-64, 2015.

Tanisius Sebastian, “Asal-usul Keadilan”, No. 05-06, Tahun ke-64, 2015.

Thomas Hidya Tjaya, “Diskursus Mengenai Tuhan di Luar Metafisika”, No. 09-10, Tahun ke-64, 2015.

Thomas Hidya Tjaya, “Levinas: Keadilan Lewat Perjumpaan”, No. 05-06, Tahun ke-64, 2015.

Titik Kristiani, “Pendidikan yang Berpihak pada Anak”, No. 11-12, Tahun ke-64, 2015.

Tjahjono Widarmanto, “Takwil”, No. 09-10, Tahun ke-64, 2015.

Udji Kayang Aditya Supriyanto & Invani Lela Herliana, “Ketjil Bergerak: Siasat Ruang belajar Anak Muda”, No. 11-12, Tahun ke-64, 2015.

Y. D. Anugrahbayu, “Melihat Tanpa Terlihat”, No. 09-10, Tahun ke-64, 2015.

Yohanes Harsoyo, “Maria Montessori: Guru yang Memerdekakan”, No. 07-08, Tahun ke-64, 2015.

Yohanes Sanaha Purba, “Guru di Tengah Vokasionalisme Budaya Industri”, No. 11-12, Tahun ke-64, 2015.

Yudhi Herwibowo, “Bulan Terbelah”, No. 01-02, Tahun ke-64, 2015.

Yulius Tandyanto, “Keadilan yang Suam”, No. 05-06, Tahun ke-64, 2015.