Yayasan BASIS
Jl. Pringgokusuman 35 - Yogyakarta - 55272
Berlangganan, iklan, informasi:
081225225423  (Telepon, WhatsApp)
majalahbasis@gmail.com
  • Black Facebook Icon
  • Black Instagram Icon
  • Tokopedia
  • email

Indeks Tahun 2014

A. Bagus Laksana, “Akankah Nabi ibrahim Memerah Susu di Aleppo Lagi?”, No. 01-02, Tahun ke-63, 2014.

A. Bagus Laksana, “Di Antara Riang Tipis & Vertigo identitas”, No. 07-08, Tahun ke-63, 2014.

A. Bagus Laksana, “Skizofrenia Pemilu dan Kebangsaan”, No. 09- 10, Tahun ke-63, 2014.

A. Bagus Laksana, “Venezia: Gadis Anggun yang Galau”, No. 05-06, Tahun ke-63, 2014.

A. Bagus Laksana, “Zeus Menculik Eropa Lagi”, No. 03-04, Tahun ke-63, 2014.

A. Ganjar Sudibyo, “Tuanku Isa”, No. 03-04, Tahun ke-63, 2014.

A. Setyo Wibowo, “Asal Usul Demokrasi di Yunani (IV)”, No. 01-02, Tahun ke-63, 2014.

A. Setyo Wibowo, “Asal-usul Demokrasi di Yunani”, No. 03-04, Tahun ke-63, 2014.

A. Setyo Wibowo, “Heidegger: Melampaui Metafisika”, No. 09- 10, Tahun ke-63, 2014.

A. Setyo Wibowo, “Khrematokrasi: Berdaulatnya Uang”, No. 05-06, Tahun ke-63, 2014.

A. Setyo Wibowo, “Metafisika (1)”, No. 05-06, Tahun ke-63, 2014.

A. Setyo Wibowo, “Metafisika (2)”, No. 07-08, Tahun ke-63, 2014.

A. Setyo Wibowo, “Pendidikan Total-militer Sparta: Mewaspadai Fatamorgana isih penak Jamanku Tho?”, No. 03-04, Tahun ke-63, 2014.

A. Setyo Wibowo, “Persahabatan Selalu Segitiga: Platon dalam Lysis”, No. 01-02, Tahun ke-63, 2014.

A. Setyo Wibowo, “Sofisme (1),” No. 11-12, Tahun ke-63, 2014.

A. Setyo Wibowo, “Titarubi: Keniscayaan Tubuh-Selubung”, No. 09- 10, Tahun ke-63, 2014.

A. Sudiarja, “Jati Diri di Tengah ekonomi Libido”, No. 01-02, Tahun ke-63, 2014.

A. Sudiarja, “Masa Depan Anak-anak Abraham”, No. 05-06, Tahun ke-63, 2014.

A. Sudiarja, “Tiga Perempuan Berbagi Pengalaman iman”, No. 09- 10, Tahun ke-63, 2014.

Adam Gottar Parra, “Cerbobotek”, No. 07-08, Tahun ke-63, 2014.

Adi Zamzam, “Pohon Keramat”, No. 09- 10, Tahun ke-63, 2014.

Adi Zamzam, “Sinta,” No. 11-12, Tahun ke-63, 2014.

Agustinus Gianto, “Bertindak dengan Bahasa”, No. 03-04, Tahun ke-63, 2014.

Agustinus Gianto, “Deiksis”, No. 05-06, Tahun ke-63, 2014.

Agustinus Gianto, “Kata-kata yang Berkelana”, No. 01-02, Tahun ke-63, 2014.

Agustinus Gianto, “Makna dan Penandanya,” No. 11-12, Tahun ke-63, 2014.

Agustinus Gianto, “Modalitas dan Evidensialitas Tuh kayaknya boleh, kali!”, No. 09- 10, Tahun ke-63, 2014.

Agustinus Gianto, “Waktu dalam Bahasa: Kala dan Aspek”, No. 07-08, Tahun ke-63, 2014.

Alexander Robert, “Ada Banyak hal”, No. 03-04, Tahun ke-63, 2014.

Andri Saptono, “Membeli Kebebasan ibu”, No. 01-02, Tahun ke-63, 2014.

Anind, “...,” No. 11-12, Tahun ke-63, 2014.

Aris Setiawan, “Idris Sardi: Tuntasnya Laku hidup Bermusik”, No. 09- 10, Tahun ke-63, 2014.

Asrina Novianti, “Senja Kuning di Jakarta”, No. 01-02, Tahun ke-63, 2014.

B. Hari Juliawan, “Etnisitas”, No. 05-06, Tahun ke-63, 2014.

B. Hari Juliawan, “Gangjeong: Seruan Damai”, No. 11-12, Tahun ke-63, 2014.

B. Hari Juliawan, “Globalisasi dan Hibriditas”, No. 11-12, Tahun ke-63, 2014.

B. Hari Juliawan, “Mengapa Kita Berbeda?” No. 01-02, Tahun ke-63, 2014.

B. Hari Juliawan, “Multikulturalisme”, No. 09- 10, Tahun ke-63, 2014.

B. Hari Juliawan, “Ras dan Rasisme”, No. 03-04, Tahun ke-63, 2014.

B. Hari Juliawan, “Ras, Etnisitas, dan Kapitalisme”, No. 07-08, Tahun ke-63, 2014.

B. Herry Priyono, “Meledakkan Ketimpangan,” No. 11-12, Tahun ke-63, 2014.

B. Herry Priyono, “Memburu Korupsi”, No. 05-06, Tahun ke-63, 2014.

B. Herry Priyono, “Sesudah 9 Juli 2014”, No. 07-08, Tahun ke-63, 2014.

B. S. Mardiatmadja, “Pendidikan Politik Masa Kini”, No. 01-02, Tahun ke-63, 2014.

Bandung Mawardi, “Novel dan Modernitas”, No. 09- 10, Tahun ke-63, 2014.

Bandung Mawardi, “Perempuan: Kejawaan & Modernitas”, No. 05-06, Tahun ke-63, 2014.

Beni Setia, “Takdir Kabut”, No. 01-02, Tahun ke-63, 2014.

Budiawan Dwi Santoso, “Selimut Budaya Visual”, No. 09- 10, Tahun ke-63, 2014.

C. Bayu Risanto, “El Nino: Interaksi Laut, Atmosfer, dan Kemarau”, No. 07-08, Tahun ke-63, 2014.

C. Bayu Risanto, “Kita Tidak Akan Makan Cokelat Lagi?” No. 09- 10, Tahun ke-63, 2014.

Cipta Arief Wibawa, “Saat Akan Pergi”, No. 07-08, Tahun ke-63, 2014.

Cipta Arief Wibawa, “Sajak Pelarian Perang”, No. 07-08, Tahun ke-63, 2014.

Dadang Ari Murtono, “Berhari Minggu di Surabaya”, No. 05-06, Tahun ke-63, 2014.

E. Baskoro Poedjinoegroho, “Sirnanya Roh Pendidikan”, No. 05-06, Tahun ke-63, 2014.

Emilianus Yakob Sese Tolo, “Land Grabbing dan Reforma Agraria Indonesia”, No. 01-02, Tahun ke-63, 2014.

Fanny Chotimah, “Kepergian,” No. 11-12, Tahun ke-63, 2014.

Fanny Chotimah, “Sederet Gigi dalam Senyum Kepresidenan,” No. 11-12, Tahun ke-63, 2014.

Feri Ludiyanto, “Anak Setan Mencari Tuhan,” No. 11-12, Tahun ke-63, 2014.

G. Budi Subanar, “Sraddha-Jalan Mulia, Dunia Sunyi Jawa Kuno”, No. 11-12, Tahun ke-63, 2014.

Greg Soetomo, “Kapitalisme sebagai Totalitas: Adakah Alternatif Lain?”, No. 03-04, Tahun ke-63, 2014.

Heru Prakosa, “Gus Dur: Sufi Sosial,” No. 11-12, Tahun ke-63, 2014.

Heru Prakosa, “Retorika: Penuh Makna atau omong Kosong”, No. 07-08, Tahun ke-63, 2014.

I. Kuntoro Wiryamartana, “Poetika Jawa dalam Kancah Sastra Indonesia”, No. 07-08, Tahun ke-63, 2014.

Imanuel Eko Anggun, “Bahagia ala Stoa”, No. 07-08, Tahun ke-63, 2014.

Lasinta Ari Nendra Wibawa, “Surga Jatuh di Karimunjawa”, No. 05-06, Tahun ke-63, 2014.

Lucia Ratih Kusumadewi, “Alain Touraine: Krisis Modernitas & Kembalinya Subjek", No. 05-06, Tahun ke-63, 2014.

Lucia Ratih Kusumadewi, “Intelektual dan Dunia yang Timpang,” No. 11-12, Tahun ke-63, 2014.

Lukas Fajar Suria, “Sumur Tua dan Dua Macan”, No. 03-04, Tahun ke-63, 2014.

Lutfy Mairizal Putra, “Ada Belatung di Bawah Bantalmu”, No. 09- 10, Tahun ke-63, 2014.

M. Faizi, “Petualangan Gila Pesepeda”, No. 05-06, Tahun ke-63, 2014.

Maman Imanulhaq, “Gus Dur Memilih Sunyi,” No. 11-12, Tahun ke-63, 2014.

Muhtar habibi, “Buruh di Lautan Tentara Cadangan Pekerja”, No. 09- 10, Tahun ke-63, 2014.

Narudin, “Kita Saksikan”, No. 09- 10, Tahun ke-63, 2014.

Pieter Dolle, “Halaman Akhir”, No. 09- 10, Tahun ke-63, 2014.

Pieter Dolle, “Nostalgia Sepasang Sepatu”, No. 01-02, Tahun ke-63, 2014.

Sindhunata, “Bayarlah Utang pada Rakyat,” No. 11-12, Tahun ke-63, 2014.

Sindhunata, “Demokrasi Muda Tapi Tua”, No. 03-04, Tahun ke-63, 2014.

Sindhunata, “Gitu Aja Kok Repot,” No. 11-12, Tahun ke-63, 2014.

Sindhunata, “hilangnya Sepatu Sejarah”, No. 01-02, Tahun ke-63, 2014.

Sindhunata, “Jula Juli Gusduran,” No. 11-12, Tahun ke-63, 2014.

Sindhunata, “Konkretkan Revolusi Mental”, No. 09- 10, Tahun ke-63, 2014.

Sindhunata, “Melawan Pendidikan yang Militeristik”, No. 05-06, Tahun ke-63, 2014.

Sindhunata, “Mengkhianati Kemerdekaan”, No. 07-08, Tahun ke-63, 2014.

Sindhunata, “Revolusi Mental Mengenang Gus Dur,” No. 11-12, Tahun ke-63, 2014.

Sindhunata, “Sejenak Gelang emas itu di Tangannya”, No. 09- 10, Tahun ke-63, 2014.

Slamet Riyadi, Bayu Risanto, Purnawijayanti, “Merapi pun Tak Berdaya”, No. 01-02, Tahun ke-63, 2014.

T. Nugroho Angkasa, “Orientasi Kepada Murid,” No. 03-04, Tahun ke-63, 2014.

Tanisius Sebastian, “Melawan Simplistis,” No. 11-12, Tahun ke-63, 2014.

Tarko Sudiarno, “Oase di Keramaian Kota”, No. 09- 10, Tahun ke-63, 2014.

Thomas hidya Tjaya, “Merleau-Ponty intensionalitas Pengalaman dan Persepsi”, No. 03-04, Tahun ke-63, 2014.

Tjahjono Widarmanto, “Anjing Tuan Dakrip”, No. 05-06, Tahun ke-63, 2014.

Tjahjono Widarmanto, “Siul Burung dan Kembang Kinanthi”, No. 03-04, Tahun ke-63, 2014.